Selasa, 02 Desember 2008

hadits hari ini

Nasehat

A. Pengertian Nasehat

Nasehat berasal dari kata( نَصَحَ يَنْصَحُ ), yang artinya adalah pemurnian.
Nasehat adalah pemurnian perkataan dan perbuatan dari sesuatu yang bisa merusaknya, dan pemurnian hati dari sesuatu yang mengotorinya.



Nasehat secara istilah adalah : setiap keinginan atau perbuatan yang ditujukan untuk kebaikan orang yang diberi nasehat
Berdasarkan hal ini maka nasehat mempunyai dua makna yaitu kemurnian dan keinginan untuk kebaikan orang yang diberi nasehat.

B. Nasehat kepada 
Nasehat kepada  artinya pemurnian seorang muslim kepada  dengan keimanan yang sebenar-benarnya terhadap semua yang diberitakan melalui perantara Rasul-Nya.
Keimanan yang benar adalah dengan beribadah kepada  dan tidak syirik kepadanya, serta menjalankan setiap perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya, mencintai apa yang  cintai dan membenci apa yang  benci.
Selain itu juga menjauhkan  dari segala sifat cacat dan kekurangan.  berfirman :
لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضَى وَلَا عَلَى الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنْفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ
Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlash kepada  dan Rasul-Nya ( QS At Taubah : 91)
Al qurtuby memberikan penafsiran bahwa nasehat kepada  dan Rasul-Nya adalah dengan cara mengetahui kebenaran dan mencintai orang-orang yang berada di dalam kebenaran, membenci setiap musuh-musuh kebenaran.

C. Nasehat kepada Rasulullah 

Nasehat kepada Rasulullah  adalah beriman kepadanya dan mempercayai apa yang ia beritakan, juga mentaati setiap perintahnya dan menjauhi larangannya.
Nasehat kepada Rasulullah  diwujudkan dengan berwala' kepada orang yang mencintainya dan memusuhi setiap orang yang memusuhinya, menghormatinya dan mencintainya dan kerabat-kerabatnya, menghidupkan sunnah-sunahnya dan mempelajarinya.  berfirman :
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا
Barang siapa taat kepada rasul maka sungguh ia telah mentaati  , dan barang siap berpaling dari ketaatan itu, maka kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. (QS An Nisaa : 80 )
Menjalankan dan menghidupkan sunnah-sunnah nabi merupakan wujud kecintaan kita kepada  dan Rasul-Nya.  berfirman :
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ


Katakanlah : Jika kalian benar-benar mencintai  maka ikutilah aku niscaya  akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, dan  Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS Ali Imran : 31)

D. Nasehat kepada kitab 

Yang dimaksud dengan kitab  adalah al Qur'an, nasehat kepada kitab  adalah beriman bahwa Al Qur'an kalamullah yang disampaikan kepada nabi Muhammad melalui malaikat Jibril
Nasehat kepada kitab  juga berarti mempercayai setiap khabar yang terdapat di dalamnya, mengamalkan dan mendakwahkannya.  berfirman :
وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan dan diberkati, maka ikutilah ia dan bertakwalah agar kamu diberi Rahmat. (QS Al An'am :155)
Memuliakan Al Qur'an, rajin membaca, menghafal dan mempelajarinya merupakan bentuk nasehat seorang muslim kepada kitab .  befirman :
وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَى فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ ءَايَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا
Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat  dan hikmah (sunnah nabimu) sesungguhnya  Maha Lembut lagi Maha Mengetahui. (QS Al Ahzab : 34)
Rasulullah bersabda :
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَ عَلَّمَهُ
Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya (HR Buhkari)
.
E. Nasehat kepada pemimpin-pemimpin muslimin

Nasehat kepada pemimpin muslim adalah mendukung mereka ketika melakukan kebenaran, dan mentaatinya.
Seorang muslim memberikan nasehat kepada para pemimpin dengan lembut, mengingatkan mereka ketika lalai dalam menunaikan hak dan kewajiban.
Seorang wajib mentaati para pemimpin karena ketaatan kepada pemimpin merupakan bagian ketaatan seorang muslim kepada dan Rasul-Nya selama tidak bermaksiat kepada .  berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
Wahai orang-orang yang beriman taatilah  dan taatilah rasul-Nya dan ulil amri diantara kamu (QS An Nisaa : 59)



Imam Ibnu Hajar berkata :
Nasehat kepada para pemimpin muslim adalah : membantu mereka dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepada mereka, mengingatkan mereka saat lalai, menutup aib mereka saat mereka tergelincir dalam kesalahan dan menyatukan suara untuk mendukung mereka dan yang paling utama adalah mencegah mereka berbuat dzalim.(fathul bari).
Rasulullah  bersabda :
ثَلاَثٌ لاَ يَغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبِ مُؤْمِنٍ إِخْلاَصُ الْعَمَلِ ِللهِ تعََالَىوَمُنَاصَحَةُ وُلاَةِ الأَمْرِ وَلُزُوْمُ جَمَاعَةِ الْمُسْلِمِيْنَ
Ada tiga hal yang tidak akan menjadi beban bagi hati setiap mukmin, ikhlash beramal karena  ta'ala, menasehati para pemimpin dan menetapi jamaah kaum muslimin. (HR Al Hakim)
Rasulullah  menjelaskan bahwa menyampaikan kebenaran kepada pemimpin yang dzalim adalah jihad yang paling utama. Beliau bersabda:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ
Jihad yang paling utama adalah kalimat yang adil didepan pemimpin yang dzalim (HR Abu Dawud)
Dikatakan sebagai jihad yang paling utama karena menasehati pimpinan yang dzalim membutuhkan keberanian dan pengorbanan yang melebihi jihad-jihad yang lain. Nasehat kepada penguasa yang dzalim akan berbuah kebaikan apabila dilakukan dengan cara yang baik pula. Termasuk nasehat kepada mereka adalah mendo'akan untuk kebaikan mereka. Kebaikan seorang pemimpin mempunyai pengaruh yang besar untuk kesejahteraan ummat yang dipimpinnya

F. Nasehat kepada muslimin

Nasehat kepada kaum muslimin yaitu mengajarkan kepada mereka jalan menuju kebaikan di dunia dan di akhirat dengan cara amar ma'ruf nahi munkar, karena hanya dengan menetapi amar' ma'ruf nahi munkarlah kejayaan ummat islam akan tercapai ,  berfirman :
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
Kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS Ali Imran :110)

Nasehat adalah salah satu cara untuk perbaikan ummat sekarang ini, karena nasehat dapat mencegah terbukanya pintu-pintu kejahatan saat terjadi kekacauan dan bencana.



Ali ra berkata :
الْمُؤْمِنُوْنَ نَصَحَةٌ وَ الْمَنَافِقُوْنَ غَشَشَةٌ
Orang-orang mukmin adalah para penasehat sedangkan orang-orang munafik adalah para penipu.
Nasehat kepada kaum muslimin harus dilakukan dengan cara yang baik diringi dengan akhlak yang baik pula dan penuh rasa cinta dan persaudaraan. Siapa saja yang hendak memberi nasehat kepada orang lain maka ia harus menjauhkan diri dari kata-kata yang kasar, bersifat memojokkan ataupun keinginan agar aib orang tersebut tersebar.  berfirman :
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Maka disebabkan rahmat -lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar pasti mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian pabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada , sesungguhnya  menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS Ali Imran : 159)

G. Pentingnya nasehat

Setiap manusia membutuhkan nasehat, karena ia adalah makhluk yang tak lepas dari salah dan kekurangan, dengan adanya nasehat maka seseorang akan menjadi lebih baik. Para nabi dan Rasul diutus kepada ummat manusia sebagai seorang penasehat bagi ummatnya.  berfirman :
أُبَلِّغُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَأَنَا لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ
Aku menyampaikan amanah-amanah Tuhan-ku kepada kamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagi kamu (QS Al A'raaf :68)
Nasehat adalah kebajikan yang paling agung oleh karena itu Islam menjadikan nasehat sebagai pokok ajaran Islam. Fudhail bin "iyadh berkata :
" Seseorang tidak dikatakan mulia hanya karena banyak shaum dan shalatmya tetapi seseorang mendapatkan kemuliaan karena kebaikan jiwanya, kemurniaan hatinya dan berapa banyak nasehat yang ia berikan kepada ummat".
Para nabi dan rasul diutus sebagai para penasehat bagi ummatnya, oleh karena itu mereka mendapatkan kemuliaan yang melebihi manusia yang lain. Setiap orang yang menunaikan tugas besar para nabi sebagai penasehat ummat setelah mereka akan mendapatkan kemuliaan yang tinggi.



H. Hukum nasehat

Nasehat yang dilakukan seorang muslim mempunyai dua hukum.
Apabila berkaitan dengan nasehat kepada , Rasul dan kitab-Nya, hukum nasehat dalam hal ini adalah fardhu 'ain.
Apabila berkaitan dengan nasehat kepada para pemimpin dan kaum muslimin secara umum, maka kadang menjadi wajib , sunnah ataupun fardhu kifayah tergantung dari situasi yang ada.

firqah

FIRQAH_FIRQAH DALAM ISlAM
Dari Anas bin Malik ra : Bahwasanya Rasulullah bersabda :
تَفَرَّقَتْ الْيَهُودُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِينَ أَوْ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَالنَّصَارَى مِثْلَ ذَلِكَ وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً ،كُلُّهُمْ فِيْ النَّارِ إِلاَّ فِرْقَةً وَاحِدَةً" قَالُوْا : وَ مَنْ هِيَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ : مَا أَنَا عَلَيْهِ الْيَوْمَ وَ أَصْحَابِيْ وَ فِيْ رِوَايَةٍ هُمْ الْجَمَاعَةُ " ( رواه الترمذي و أبو داود وابن ماجة )
Kaum Yahudi terpecah menjadi 71 atau 72 golongan, demikian juga kaum nashrani terpecah menjadi 72 golongan, sedangkan umatku terpecah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu golongan, mereka berkata : “siapa mereka wahai rasulullah ?”. Rasulullah berkata : “ yaitu mereka yang sesuai dengan ajaranku dan ajaran shahabatku.” Dalam riwayat lain : “ Mereka adalah al jama’ah.” (HR tirmidzy, Abu Dawud dan ibnu majah)

Ke 72 golongan tersebut bersumber dari 6 golongan utama yaitu :
1. Al haruriyah
2. Alqadariyah
3. Al –Jahmiyah
4. Al- Murjiah
5. Ar Rafidhah
6. Al- Jabariyah

Sebagian ulama menjelaskan bahwa asal firqah-firqah yang 72 adalah 6 firqah tersebut diatas, masing-masing dari keenam firqah tersebut terbagi menjadi 12 firqah sehingga semua menjadi 72 golongan.

A. Al haruriyah (Khawarij)

Al haruriyyah ini sering disebut dengan khawarij, yaitu kelompok yang membangkang perintah Ali ra saat terjadi peristiwa tahkim pada waktu perang shiffin’
Mereka terbagi menjadi 12 golongan yaitu :
1. Al- Azraqiyah : mereka dinisbatkan kepada Abi Rasyid Nafi’ bin Al azraq, mereka berkata : “ Kami tidak melihat ada orang yang beriman (selain kami). Mereka mengkafirkan seluruh kaum muslimin kecuali yang menjadi jama’ah mereka.”
2. Al Ibadhiyah : diullah nisbatkan kepada : Abdullah bin Abadh, mereka berkata : “ Barang siapa yang mengikuti pendapat kami maka dia mukmin , dan siapa yang berpaling dari pendapat kami maka dia adalah munafiq.
3. Ats –Tsa’labiyyah : dinisbatkan kepada Tsa’lab bin Misykan : “ Sesungguhnya Allah tidak menetapkan Qadha dan Qadar.
4. Al Hazimiyah : dinisbatkan kepada Hazim bin ‘Ali mereka mengatakan : “ Kami tidak mengetahui hakikat iman, dan semua makhluk terbebas dari beban syari’at.”
5. Al Khalfiyyah : dinisbatkan kepada Khalaf Al Khariji , mereka mengatakan : “ Mereka yang meninggalkan jihad baik laki-laki maupun perempuan hukumnya adalah kafir.”
6. Al Makramiyyah, pengikut Makram bin Abdillah, mereka mengatakan : “ Yang meninggalkan shalat hukumnya kafir, tidak karena shalatnya itu sendiri, akan tetapi karena ketidak tahuannya terhadap Allah swt.
Seseorang tidak boleh bersentuhan dan makan bersama dengan seseorang yang bukan golongannya, karena orang tersebut tidak diketahui najis atau sucinya, kecuali setelah bertaubat dan mandi.”
7. Al Kanziyyah , mereka berkata : “ harta orang lain yang bukan jama’ahnya adalah halal, karena ia tidak berhak atas harta tersebut.”
8. Asy Syamrahiyyah : mereka mengatakan : “ boleh saja menyentuh wanita yang bukan mahramnya, karena mereka hanyalah penghibur.”
9. Al akhnatsiyah , mereka mengatakan : seseorang yang meninggal dunia, maka tidak dapat dipastikan bahwa ia baik atau buruk. Tidak boleh memberikan persaksian baik dan buruk kepada seseorang. (liberalism)
10. Al Mahkamiyyah, mereka mengatakan : “ bahwa siapa saja yang menjadikan makhluk sebagai sumber hukum, maka ia kafir.”
11. Al Mu’tazilah dari kalangan haruriyyah , mereka mengatakan : “ terdapat kerancuan di dalam mensikapi pertentangan Ali dan Muawiyah, kami berlepas diri dari keduanya.”
12. Al Maimuniyah : mereka berkata : “ Tidak ada imam yang sah kecuali dengan keridhaan golongan kami. (dipilih oleh golongan kami)

B. Al Qadariyyah
Al Qadariyyah : adalah golongan yang meyakini bahwa manusia mempunyai kehendak yang absolut.
1. Al ahmariyyah : mereka berpendapat ; bahwa bukti keadilan Allah adalah membebaskan manusia dengan segala kehendaknya dalam setiap urusan, dan memisahkan manusia dengan perbuatan maksiatnya.
2. Ats Tsanwiyah, mereka berpendapat : “Kebaikan dating dari Allah, dan kejahatan dating dari Iblis.”
3. Al Mu’tazilah, yaitu mereka yang meyakini bahwa alqur’an makhluk dan mengingkari ru’yatullah fil akhirah.
4. Al Kisaniyah, mereka berpendapat : “ Kami tidk tahu apakah amalan kami dari Allah atau dari kami sendiri, dan kami juga tidak apakah kami diberi pahala atau diberi siksa.
5. Asy Syaithaniyyah, mereka berpendapat : “ Bahwa Allah tidak menciptakan syaithan ( perbuatan buruk manusia bukan akibat bujuk rayu syaithan)
6. Asy Syirkiyyah, mereka berpendapat : “ semua perbuatan buruk, telah ditentukan, kecuali kufur.”
7. Al wahmiyyah, mereka berpendapat : bahwa kebaikan dan keburukan manusia adalah merupakan ilusi, tidak ada hakikatnya.
8. Ar Rawanidiyah, mereka berpendapat : “ setiap yang diturunkan allah, wajib diamalkan , baik yang terhapus maupun menghapus.
9. Al Buthriyah, mereka berpendapat : “ barang siapa yang bermaksiat, lalu bertaubat maka taubatnya tidak diterima.
10. An Nakitsiyah, mereka berpendapat ; barang siapa yang melanggar bai’at kepada Rasulullah, maka tidak ada dosa baginya.
11. Al qashithiyyah, mereka berpendapat ; mencari dunia lebih utama daripada zuhud.
12. An Nadzdzamiyah, mereka berpendapat; barang siapa yang mengatakan bahwa allah memiliki sifat , perbuatan , kehendak , atau bersemayam di Arsy, berarti ia telah kafir.

C. Al Jahmiyyah
Jahmiyyah adalah pengikut jahm bin shafwan, ajaran utama mereka adalah menafikan sifat dan perbuatan Allah agar tidak sama dengan makhluknya.
Jahmiyyah terbagi menjadi 12 golongan, jahmiyyah itu sendiri, dan 11 cabangnya yaitu :
1. Al Mu’aththalah : “ Mereka mengatakan bahwa semua yang terbersit di dalam pikiran manusia adalah makhluk, seperti al qur’an ketika telah dibaca oleh manusia, berarti makhluk.”
2. Al Murisiyyah, mereka berpendapat : “ sebagian besar sifat Allah adalah makhluk.” (hanya menetapkan beberapa sifat Allah saja, mereka juga meyakini bahwa Allah berada dimana-mana.”
3. Al waridiyyah, mereka berpedapat : “ Tidak akan masuk neraka siapa saja yang mengenal Rabbnya. Dan yang masuk neraka tidak akan pernah keluar darinya selama-lamanya.”
4. Az Zanadiqah, mereka berpendapat : “ Seseorang tidak bisa menetapkan Tuhan untuk dirinya, karena menetapkan harus sesuatu yang bisa dijangkau oleh panca indera, sedangkan sesuatu yang dijangkau oleh panca indera adalah makhluk, bukan Tuhan. “
5. Al Haraqiyyah, mereka berpendapat, bahwa ; “ penduduk neraka hanya terbakar satu kali saja, setelah itu ia tetap terbakar, tetapi tidak merasakan panasnya neraka.”
6. Al Makhluqiyyah, mereka berpendapat : “ Al qur’an adalah Makhluk.”
7. Al faniyah, mereka berkata ; “ Surga dan neraka adalah fana (binasa) tidak kekal, dan diantara mereka ada yang meyakini bahwa keduanya belum tercipta.
8. Al Mughiriyah, mereka berkata : “Para rasul adalah penguasa dan pembuat aturan.”
9. Al waqifiyyah : “ kami tidak berpendapat Al Qur’an itu adalah Makhluk, juga Al qur’an bukan makhluk.”
10. Al qabriyyah : mereka mengigkari adzab kubur, dan mengingkari adanya syafa’at.
11. Al Lafdziyyah : “ Lafazh untuk mengucapkan al qur’an adalah makhluk.

D. Al Murji’ah
Firqah murji’ah meyakini bahwa , amal bukan bagian dari iman, iman hanyalah keyakinan di dalam hati.
F irqah murji’ah menjadi 12 golongan, murji’ah itu sendiri, dan 11 cabang yang lain, yaitu :
1. At Tarikiyyah : “ Allah tidak mewajibkan kepada hambanya kecuali hanya iman (keyakinan di dalam hati saja.”
2. At Tsaibiyyah ; “ Allah membebaskan hambanya untuk berbuat apa saja sesuai dengan kehendak hatinya.”
3. Ar Rajiyah : “ Kita tidak bisa menetapkan seseorang yang bermaksiat sebagai ahli maksiat, atau orang yang taat beribadah sebagai hamba yang taat, karena kita tidak tahu apa yang dia dapatkan disisi Allah nanti di akhirat,”
4. As Syaakiyyah : “ Ketaatan bukan termasuk bagian daripada iman. “
5. Al Baihasiyyah : “ Iman adalah pengetahuan, siapa yang tidak mengetahui kebenaran dan kebathilan, haram dan halal , maka ia adalah kafir.”
6. Al Manqushiyah : “ iman tidak bertambah dan tidak berkurang “
7. Al Mustatsniyyah : tidak ada pengecualian dalam iman (tidak ada sesuatu yang membatalkan iman)
8. Al Musyabbihah : “ Allah memiliki pandangan seperti pandangan kita, memiliki tangan seperti tangan kita.”
9. Al hasyuwiyah : “ mereka menjeneralisir semua hadits (tidak ada yang shahih, dhaif)
10. Azh –Zhahiriyah : “ mereka menafikan qiyas, (mereka hanya bersandar pada dzahir hadits atau ayat, tanpa melihat konteks atau alasannya).
11. Al bid’iyyah : ‘ mereka adalah orang pertama yang memunculkan hal-hal bid’ah.


E. Ar Rafidhah (Syi’ah )
Yaitu mereka yang menolak kekhalifahan Abu Bakar , Umar dan Utsman ra dan hanya menerima hadits yang diriwayatkan oleh anak keturunan Ali ra (ahli bait). Mereka terbagi menjadi 12 golongan yaitu :
1. Al Alawiyyah : “ Bahwa Risalah nubuwwah adalah hak Ali, Jibril salah memberikannya kepada Muhammad.
2. Al Amriyyah : “ Bahwa Ali ra bersekutu dengan nabi Muhammad di dalam risalah yang dibawa oleh nabi Muhammad.
3. Syi’ah : “ Sesungguhnya Ali adalah Rasul yang digantikan oleh generasi setelahnya. Dan kaum muslimin menjadi kafir ketika berbai’at kepada selain mereka. “
4. Al Ishaqiyyah : “ sesungguhnya kenabian berlangsung terus sampai akhir zaman, siapa saja yang mempunyai ilmu seperti ilmu ahli bait, maka ia adalah seorang nabi.
5. An Nawusiyah : “ sesungguhnya Ali adalah orang yang paling utama, barang siapa mengutamakam orang melebihi Ali maka ia telah kafir.”
6. Al Imamiyah : “ Dunia tidak mungkin tanpa ada Imam dari keturunan Husain. Imam mendapatkan wahyu dari Jibril, ketika ia mati maka diganti dengan yang lain. “
7. Az Zaidiyyah : “ Keturunan Husain adalah imam shalat lima waktu, maka jika terdapat salah satu dari keturunan Husain , tidak shalat dibelakang yang lainnya.
8. Al abbasiyah : “ Bahwa ‘Al abbas, lebih berhak atas kekhalifahan dibanding yang lainnya.
9. Al Mutanashikhah , : “ sesungguhnya arwah manusia bisa be-reinkarnasi, jika orang yang baik, maka ruhnya akan keluar dari tubuhnya saat meninggal dunia, dan memasuki manusia yang baru yang hidup bahagia, dan jika buruk , maka ruhnya akan masuk ke tubuh manusia yang celaka hidupnya (susah hidupnya).
10. Ar raj’iyyah : “ Ali dan para pengikutnya akan kembali ke dunia untuk membalas dendam kepada musuh-musuhnya.”
11. Al Laa’iniyyah : “ Mereka melaknat Utsman bin “affan, Thalhah, Zubair dan Mu’awiyyah , Abu Musa dan Aisyah dan lain sebagainya dari para shahabat yang tidak memihak Ali ra.”
12. Al Mutarabbishah : “ Mereka menyerupai para ahli ibadah dalam penampilan dan pakaiannya, mereka mengangkat seseorang menjadi Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu, mereka menjadikannya sebagai pemimpin, jika meninggal, mereka mengangkat orang lain sebagai Imam Mahdi.”

F. Al Jabariyyah
Jabariyyah adalah golongan yang meyakini bahwa manusia terpaksa di dalam segala perbuatannya, ia tidak mempunyai kemampuan untuk memilih amal perbuatannya.
Jabariyyah terpecah menjadi 12 yaitu :
1. Al mudhtharribah : “ Manusia tidak mampu untuk berbuat, semua perbuatannya adalah kehendak Allah swt. “
2. Al afaa’ iliyyah : “ Kita berbuat , tetapi kita tidak memiliki kekuasaan atas perbuatan kita, kita seperti bianatang ternak yang diikat.”
3. Al mafrughiyyah : “ Semua telah diciptakan, dan sekarang tidak ada makhluk yang baru.”
4. An Najjaariyyah : “ sesungguhnya Allah menyiksa hambanya, atas perbuatan-Nya bukan atas perbuatan hambanya.”
5. Al Mattaniyah : “ Lakukanlah apa yang menurutmu benar sesuatu dengan hatimu.’
6. Al Kasbiyyah “ Seseorang tidak mendapatkan pahala dan siksa atas perbuatannya. ‘
7. As Sabiqiyyah : “ Seseorang bebas beramal atau tidak beramal , karena orang yang ditentukan beruntung maka tidak ada yang membahayakannya sesuatupun. “
8. Al Hubbiyah : “ Barang siapa yang mencintai Allah maka, terbebas dari kewajiban.”
9. Al Khaufiyyah ; “ Barang siapa yang mencintai Allah, maka ia tidak perlu takut kepada-Nya, karena seorang kekasih tidak takut kepada kekasihnya.”
10. Al Fikriyyah : “ Barang siapa yang bertambah ilmunya, maka gugurlah kewajiban ibadah sesuai dengan ilmu yang diperolehnya, “
11. Al Khossiyah (sosialis ) tidak perbedaan hak milik di dunia bagi manusia, semua adalah sama rata. “
12. Al Ma’iyyah : “ Kita memiliki amal dan kemampuan untuk berbuat. ‘
13.

Penyelewengan ini bisa terjadi karena dua hal :


المغضوب الضالين
Penyebabnya : Penyebabnya :
Al kibr (sombong)
Al Kidzbu (mendustakan ayat Allah)
Al fisqu (keluar dari ketaatan)
Banyak Maksiat Al Jahlu (bodoh)
As Syakk (Ragu)
Al Ghaflah (Lalai)
Banyak Maksiat
Terapi penyakit ini : Terapi penyakit ini :
Mujahadah Ilmu